“Paser Bertelur”: Dari Kandang Desa hingga Kolaborasi Antarwilayah untuk Ketahanan Pangan Kaltim

- Penulis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 08:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO : MC PASER

FOTO : MC PASER

pro1.id, TANAH GROGOT – Apa yang bermula dari kandang ayam sederhana di pelosok Kabupaten Paser, kini berkembang menjadi gerakan ekonomi daerah yang menggema hingga ke meja rapat antar kabupaten di Kalimantan Timur. Program inovatif bertajuk “Paser Bertelur” kini bukan hanya menghidupi peternak desa, tetapi juga menjadi simbol sinergi antardaerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi.

Momentum penting itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Paser, Pemerintah Kota Balikpapan, dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di Hotel Pullman Legian, Bali, Jumat (24/10) lalu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Paser, Drs. Katsul Wijaya, M.Si, yang mewakili Bupati Paser, menyebut kerja sama ini sebagai langkah konkret memperkuat ketahanan pangan lintas daerah.

“Produksi telur di Paser meningkat signifikan. Selain mencukupi kebutuhan lokal, kita juga mampu menyalurkan pasokan ke Balikpapan dan PPU,” ujarnya optimistis.

Modernisasi Peternakan Rakyat

Program “Paser Bertelur” yang diinisiasi Bupati Paser dr. Fahmi Fadli menjadi tonggak penting modernisasi peternakan rakyat. Pemerintah daerah kini tengah memperluas penerapan sistem kandang tertutup (closed house) — teknologi yang menjaga suhu dan kelembapan ideal agar produktivitas ayam meningkat.

“Teknologi ini membuat produksi lebih stabil, kualitas telur lebih baik, dan efisiensi biaya pakan meningkat,” terang Katsul.

Dampaknya mulai terasa: Paser yang dulu banyak bergantung pada pasokan telur dari luar daerah, kini justru menjadi pemasok utama bagi kota besar seperti Balikpapan, yang terbatas lahan pertaniannya.

Melangkah Lebih Luas: Sapi dan Bibit Ikan

Tak berhenti di sektor unggas, Pemkab Paser juga tengah menggulirkan program “Seribu Sapi dan Sejuta Bibit Ikan”. Dua program ini dirancang untuk membangun ketahanan pangan terpadu sekaligus membuka peluang ekonomi baru di pedesaan.

“Kami tidak hanya membagikan bibit, tetapi juga mendampingi peternak dan pembudidaya agar hasilnya berkelanjutan,” jelas Katsul.

Upaya tersebut diharapkan menciptakan efek berganda bagi ekonomi lokal: memperluas lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di wilayah pedesaan.

Sinergi Tiga Wilayah

Dalam skema kerja sama ini, Paser berperan sebagai produsen utama, Balikpapan sebagai pasar industri, dan PPU sebagai wilayah distribusi penunjang. Kolaborasi lintas batas ini menjadi contoh nyata penerapan prinsip saling menopang antar daerah di Kalimantan Timur.

“Kerja sama ini lebih dari sekadar urusan telur. Ini tentang bagaimana daerah saling membantu menjaga ketersediaan pangan dan kestabilan harga,” kata Katsul.

Dari Telur ke Harapan

Sinergi antara tiga pemerintah daerah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga telur, memperkuat pasokan pangan strategis, serta mendukung program pengendalian inflasi daerah.

“Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi yang kuat, kami yakin perekonomian masyarakat Paser akan terus tumbuh,” pungkas Katsul.

Kini, “Paser Bertelur” tak sekadar program peternakan, melainkan simbol kebangkitan ekonomi berbasis desa. Dari butir telur yang menetas di kandang warga, lahirlah harapan baru bagi ketahanan pangan Kalimantan Timur — bahwa kemandirian pangan bisa tumbuh dari bawah, jika daerah mau bergerak bersama.

Baca Juga :  BKOW Kalsel dan DPPPAKB Perkuat Sinergi Perlindungan Perempuan dan Anak

Berita Terkait

Polsek Muara Samu Gagalkan Peredaran Sabu, Dua Terduga Pelaku Ditangkap dengan Barang Bukti 11,56 Gram
Polsek Long Kali Evakuasi Penemuan Jenazah Pria di Pondok Kebun, Diduga Meninggal karena Sakit
Polri Bersama Warga Gotong Royong Bangun Kembali Rumah Korban Kebakaran di Long Ikis
Lapangan Pasar Malam Baru Sopang Dilanda Kebakaran, Damkar dan Polisi Bergerak ke Lokasi
PITTC 2026 Resmi Ditutup, Bupati Paser Apresiasi Atlet dan Panitia
Atlet Korea Selatan dan Jepang Jadi Magnet Paser International Table Tennis Championship 2026
Kotomi Omoda Menang Telak, Tunjukkan Dominasi di Paser International Table Tennis Championship 2026
Atlet Nasional dan Mancanegara Akui Ketangguhan Tuan Rumah di Paser International Table Tennis Championship 2026

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:03 WITA

Polsek Muara Samu Gagalkan Peredaran Sabu, Dua Terduga Pelaku Ditangkap dengan Barang Bukti 11,56 Gram

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:56 WITA

Polsek Long Kali Evakuasi Penemuan Jenazah Pria di Pondok Kebun, Diduga Meninggal karena Sakit

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:39 WITA

Polri Bersama Warga Gotong Royong Bangun Kembali Rumah Korban Kebakaran di Long Ikis

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:51 WITA

Lapangan Pasar Malam Baru Sopang Dilanda Kebakaran, Damkar dan Polisi Bergerak ke Lokasi

Senin, 27 Juli 2026 - 00:41 WITA

PITTC 2026 Resmi Ditutup, Bupati Paser Apresiasi Atlet dan Panitia

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Bupati Banjar Cup E-Sport Resmi Bergulir, 24 Tim Berebut Gelar Juara

Sabtu, 22 Agu 2026 - 18:19 WITA

Kota Banjarbaru

104 Sertifikat Tanah Wakaf Diserahkan kepada 53 Lembaga di Banjarbaru

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:52 WITA