Pemkab Banjar Gandeng Poltekkes Kemenkes Banjarmasin untuk Tekan Stunting

- Penulis

Kamis, 25 September 2025 - 20:20 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, BANJARBARU – Pemerintah Kabupaten Banjar memperkuat langkah penanganan stunting dengan menggandeng Poltekkes Kemenkes Banjarmasin. Upaya ini diwujudkan melalui pertemuan lintas program dan lintas sektor yang digelar di Aula 2 Poltekkes, Kamis (25/9/2025).

 

Staf Ahli Bupati Banjar Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Dian Marliana, menuturkan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Banjar masih cukup tinggi. Data SSGI mencatat kenaikan dari 30,1 persen pada 2023 menjadi 32,3 persen di tahun 2024.

“Peningkatan ini menjadi alarm bagi kita agar lebih serius melakukan intervensi dari desa hingga kabupaten,” ujarnya.

 

Pada 2025, Kementerian Kesehatan menetapkan Astambul dan Karang Intan sebagai lokus prioritas penanganan stunting. Sejalan dengan itu, Pemkab Banjar juga menggulirkan program Makan Bergizi (MBG) baik di sekolah maupun untuk ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD.

Baca Juga :  33 Paskibraka Banjar Dikukuhkan, Saidi Mansyur Titip Pesan Jaga Disiplin dan Jadi Teladan

 

Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin, Dr. Meilla Dwi Andrestian, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase 2, yang melibatkan 38 Poltekkes di Indonesia.

“Kami mendampingi Banjar dan Banjarbaru dalam mempercepat penurunan stunting. Karena itu, kami menghadirkan berbagai lintas sektor, dari Dinkes, Bappeda, Dinas Pendidikan, Kemenag, hingga kader gizi,” katanya.

Baca Juga :  Dinkes Banjar Adakan Workshop untuk Tingkatkan Kompetensi Petugas Pengukuran Kebugaran

 

Dinas Kesehatan bersama Poltekkes telah menetapkan Puskesmas Astambul dan Karang Intan sebagai fokus pendampingan. Bentuk dukungan yang diberikan meliputi edukasi makanan tambahan untuk balita, pelatihan kader posyandu, hingga penguatan program tablet tambah darah bagi remaja putri.

 

Menurut Meilla, perhatian terhadap remaja putri sangat penting.

“Anemia pada remaja bisa berdampak pada lahirnya anak stunting. Karena itu pencegahan harus dilakukan sejak dini, bahkan sebelum kehamilan,” tegasnya.

 

Dengan adanya sinergi Pemkab Banjar, Poltekkes, dan Kemenkes RI, diharapkan target penurunan angka stunting bisa dicapai lebih cepat dan intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran.

Berita Terkait

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua
Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa
Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis
Dahan Pohon Menjuntai ke Jalan, DPRKPLH Banjar Lakukan Pemangkasan di Tambak Anyar Ulu
Pria di Karang Intan Tewas Diduga Dianiaya, Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti
Diskominfo Kotabaru Perkuat Kemitraan Pers, Bahas Keberlanjutan Kerja Sama Media 2027
Pemkab dan Polres Banjar Serahkan Bantuan Alsintan, Dukung Target Tanam Jagung 150 Hektare
Bupati Banjar Siapkan Bantuan Perahu dan Peralatan, Dukung Atlet FAJI Berburu Prestasi Nasional

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:01 WITA

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:03 WITA

Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:58 WITA

Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:39 WITA

Dahan Pohon Menjuntai ke Jalan, DPRKPLH Banjar Lakukan Pemangkasan di Tambak Anyar Ulu

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:36 WITA

Diskominfo Kotabaru Perkuat Kemitraan Pers, Bahas Keberlanjutan Kerja Sama Media 2027

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:01 WITA