Sadali: Tentang Cinta yang Tak Pernah Benar-Benar Pergi

- Penulis

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, KALSEL – Film Sadali hadir sebagai potret sunyi tentang seseorang yang mencoba berdamai dengan hidupnya sendiri. Diadaptasi dari dunia cerita Pidi Baiq, film ini melanjutkan kisah Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu dengan nada yang lebih dewasa, reflektif, dan emosional.

Tayang mulai 5 Februari 2026, Sadali disutradarai oleh Kuntz Agus dan menempatkan penonton pada fase hidup ketika luka lama tidak lagi berteriak, tetapi diam-diam mengendap. Tiga tahun setelah kisah sebelumnya, Sadali (Ajil Ditto) memilih menjauh bukan untuk melupakan, melainkan untuk memahami.

Ia meninggalkan masa lalunya dan menetap di Magelang. Di kota yang tenang itu, Sadali hidup sebagai pelukis, menjalani hari-hari sederhana, seolah ingin menghapus ingatan tentang Arnaza dan Mera dua nama yang pernah mengisi hidupnya dengan cinta dan kehilangan.

Namun hidup tak pernah benar-benar membiarkan seseorang lari. Sebuah kabar tentang Mera (Adinia Wirasti) yang akan menikah kembali mengguncang keseimbangan batin Sadali. Kenangan yang ia kira telah selesai, justru muncul dalam bentuk pertanyaan yang belum terjawab.

Baca Juga :  Gala Premier “Saru 2: Janji Sarikaya”, Media Kreatif Pemkab Banjar Promosikan Wisata Daerah

Pertemuan tak terduga dengan Mera, disusul kemunculan kembali Arnaza (Hanggini), membuat Sadali harus berhadapan dengan pilihan-pilihan lamanya. Ia dihadapkan pada kenyataan bahwa tidak semua keputusan bisa diperbaiki, tetapi semuanya harus diterima.

Di tengah konflik perasaan itu, seni menjadi bahasa Sadali untuk berbicara pada dirinya sendiri. Melalui lukisan, ia mengekspresikan kegelisahan, cinta yang tertunda, dan kerinduan yang tak lagi meminta balasan.

Baca Juga :  Kuyank, Film Horor Folklor Kalimantan Selatan, Siap Menghantui Layar Lebar Januari 2026

Sadali bukan sekadar cerita tentang cinta segitiga, melainkan tentang proses memahami diri tentang kapan seseorang harus kembali, dan kapan harus benar-benar pergi. Film ini mengajak penonton menyelami satu pertanyaan sederhana namun menyakitkan: apakah mencintai selalu berarti memiliki?

Jawaban dari perjalanan itu akan terungkap di layar bioskop mulai 5 Februari 2026.

Berita Terkait

Dari Sales Motor ke Mengundang Tawa, Akbar Menemukan Panggung Kedua di Dunia Stand Up Comedy
Menyusuri Pasar Tumpah Pringgodani, Oase Budaya di Timur Balikpapan yang Menghidupkan Tradisi Nusantara
Kasi Pidum Kejari Banjar Terbitkan Buku Perdana, Tawarkan Konsep Kejaksaan sebagai Kurator Negara untuk Pemulihan Hak Korban
Grand Qin Hotel Banjarbaru Luncurkan “Sahabat Vol. 2”, Sajian Kebersamaan dengan Cita Rasa Nusantara
Sejarah dan Perkembangan Desa Pait, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser
Jejak Sejarah Paser: Dari Kerajaan Sadurengas hingga Kabupaten Modern
Temulawak Sani, Warisan Herbal 50 Tahun yang Laris Manis Saat Ramadan
Sentuhan Timur Tengah Warnai Buka Puasa Perdana di Aeris Hotel Banjarbaru

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:49 WITA

Dari Sales Motor ke Mengundang Tawa, Akbar Menemukan Panggung Kedua di Dunia Stand Up Comedy

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:53 WITA

Menyusuri Pasar Tumpah Pringgodani, Oase Budaya di Timur Balikpapan yang Menghidupkan Tradisi Nusantara

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:30 WITA

Kasi Pidum Kejari Banjar Terbitkan Buku Perdana, Tawarkan Konsep Kejaksaan sebagai Kurator Negara untuk Pemulihan Hak Korban

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:07 WITA

Grand Qin Hotel Banjarbaru Luncurkan “Sahabat Vol. 2”, Sajian Kebersamaan dengan Cita Rasa Nusantara

Rabu, 18 Maret 2026 - 10:50 WITA

Sejarah dan Perkembangan Desa Pait, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Bupati Banjar Cup E-Sport Resmi Bergulir, 24 Tim Berebut Gelar Juara

Sabtu, 22 Agu 2026 - 18:19 WITA

Kota Banjarbaru

104 Sertifikat Tanah Wakaf Diserahkan kepada 53 Lembaga di Banjarbaru

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:52 WITA