pro1.id, BATULICIN – Pekerjaan perbaikan ruas jalan Mantewe–Batulicin menuai sorotan warga. Selain tidak dilengkapi papan informasi proyek, kondisi jalan yang sedang diperbaiki dinilai berisiko bagi pengguna, terutama pada malam hari.
Di sejumlah titik, lapisan aspal terlihat dikupas tanpa penanganan menyeluruh. Sebagian jalan dibiarkan terbuka, sementara bagian lain hanya ditambal secara manual dengan hasil yang tidak rata.
“Kalau tidak hati-hati, sangat berbahaya. Apalagi bagi pengendara yang belum familiar dengan jalur ini,” ujar Sutar.
Warga lain, Mama Chandra, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah memakan korban, khususnya dari kalangan pelajar.
“Ada beberapa anak sekolah yang jatuh karena jalannya tidak rata. Setelah dikupas, kesannya dibiarkan begitu saja,” katanya.
Pantauan di lapangan menunjukkan pekerjaan dilakukan secara bertahap, namun tanpa pengamanan yang memadai. Rambu peringatan yang terpasang terlihat minim, bahkan sebagian sudah rusak dan tidak lagi berfungsi optimal.
Situasi semakin rawan saat malam hari. Minimnya penerangan jalan serta tidak adanya penanda reflektif membuat lubang dan tambalan sulit terlihat oleh pengendara.
Selain itu, tidak ditemukannya papan nama proyek di sepanjang ruas jalan turut menimbulkan pertanyaan publik terkait transparansi pekerjaan.
Ruas jalan tersebut diketahui merupakan kewenangan Balai Pelaksana Jalan Nasional Kalimantan Selatan. Namun hingga saat ini belum ada penjelasan resmi terkait teknis pekerjaan maupun standar keselamatan yang diterapkan.
Warga berharap pihak terkait segera melakukan perbaikan menyeluruh, sekaligus melengkapi rambu dan informasi proyek guna menjamin keselamatan pengguna jalan.









