Harga Ikan Nila di Kabupaten Banjar Turun Pasca Iduladha, Komoditas Lain Masih Stabil

- Penulis

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:16 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Harga ikan nila di Kabupaten Banjar mengalami penurunan setelah perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Kondisi tersebut dipengaruhi berkurangnya permintaan masyarakat yang biasanya terjadi usai momentum hari besar keagamaan.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar, Bandi Chairullah, mengatakan penurunan harga hanya terjadi pada beberapa komoditas tertentu, sementara sejumlah jenis ikan budidaya lainnya masih bertahan pada harga yang relatif stabil.

“Untuk ikan nila memang terjadi penurunan harga sekitar Rp3.000 per kilogram di tingkat produsen. Namun komoditas lain seperti lele, patin, dan bawal hingga saat ini masih relatif stabil,” ujarnya.

Menurut Bandi, permintaan ikan nila biasanya menurun setelah Iduladha karena sebagian kebutuhan protein masyarakat telah terpenuhi dari daging kurban. Selain itu, kondisi ekonomi rumah tangga juga turut memengaruhi pola konsumsi masyarakat.

Saat ini harga ikan nila di tingkat pembudidaya berada di kisaran Rp33 ribu per kilogram. Sedangkan di tingkat pasar, harga jual berkisar antara Rp36 ribu hingga Rp37 ribu per kilogram. Sebelumnya harga ikan nila sempat menyentuh Rp39 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Belum Genap Sepekan Dilantik, Kantor Dinkes Banjar Didatangi Tim Kejaksaan

Sementara itu, harga ikan lele masih bertahan karena permintaan pasar yang cukup tinggi dan pasokan yang belum berlebihan. Kondisi serupa juga terjadi pada ikan bawal yang masih memiliki pasar cukup baik, termasuk untuk pengiriman ke sejumlah daerah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat.

Meski harga jual ikan nila mengalami penurunan, Bandi menilai dampaknya terhadap pembudidaya tidak terlalu signifikan. Namun margin keuntungan petani ikan tetap mengalami penyusutan karena sebagian biaya produksi masih cukup tinggi.

“Keuntungan pembudidaya tentu sedikit berkurang, apalagi ada beberapa jenis pakan tertentu yang mengalami kenaikan harga. Walaupun begitu, kenaikannya tidak terjadi pada semua merek pakan,” katanya.

Baca Juga :  Sengketa Harta Keluarga Picu Tragedi, Pria di Martapura Tewas Diserang Saudara Sendiri

Ia menjelaskan, sejumlah merek pakan masih bertahan di kisaran harga Rp380 ribu hingga Rp385 ribu per sak. Namun terdapat beberapa merek lain yang mengalami kenaikan sekitar Rp5.000 per sak.

Bandi memperkirakan kondisi harga ikan nila masih akan dipengaruhi oleh daya beli masyarakat dalam beberapa waktu ke depan. Menurutnya, memasuki masa tahun ajaran baru, sebagian besar masyarakat cenderung memprioritaskan kebutuhan pendidikan anak sehingga konsumsi rumah tangga berpotensi menurun.

“Kemungkinan setelah kebutuhan sekolah mulai terpenuhi dan daya beli masyarakat kembali normal, harga ikan nila juga akan berangsur stabil,” jelasnya.

Data DKPP Kabupaten Banjar menunjukkan sektor perikanan budidaya masih menjadi salah satu penyumbang produksi perikanan terbesar di daerah tersebut. Karena itu, stabilitas harga dan keberlanjutan usaha pembudidaya terus menjadi perhatian pemerintah daerah.

Berita Terkait

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua
Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa
Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis
Dahan Pohon Menjuntai ke Jalan, DPRKPLH Banjar Lakukan Pemangkasan di Tambak Anyar Ulu
Pria di Karang Intan Tewas Diduga Dianiaya, Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti
Pemkab dan Polres Banjar Serahkan Bantuan Alsintan, Dukung Target Tanam Jagung 150 Hektare
Bupati Banjar Siapkan Bantuan Perahu dan Peralatan, Dukung Atlet FAJI Berburu Prestasi Nasional
Cegah Kepadatan Pagi Hari, Kapolres Banjar Pimpin Pengaturan Lalu Lintas di Martapura

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:01 WITA

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:03 WITA

Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:58 WITA

Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:39 WITA

Dahan Pohon Menjuntai ke Jalan, DPRKPLH Banjar Lakukan Pemangkasan di Tambak Anyar Ulu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:36 WITA

Pemkab dan Polres Banjar Serahkan Bantuan Alsintan, Dukung Target Tanam Jagung 150 Hektare

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:01 WITA