pro1.id, MARTAPURA – Harga ikan nila di Kabupaten Banjar mengalami penurunan setelah perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Kondisi tersebut dipengaruhi berkurangnya permintaan masyarakat yang biasanya terjadi usai momentum hari besar keagamaan.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar, Bandi Chairullah, mengatakan penurunan harga hanya terjadi pada beberapa komoditas tertentu, sementara sejumlah jenis ikan budidaya lainnya masih bertahan pada harga yang relatif stabil.
“Untuk ikan nila memang terjadi penurunan harga sekitar Rp3.000 per kilogram di tingkat produsen. Namun komoditas lain seperti lele, patin, dan bawal hingga saat ini masih relatif stabil,” ujarnya.
Menurut Bandi, permintaan ikan nila biasanya menurun setelah Iduladha karena sebagian kebutuhan protein masyarakat telah terpenuhi dari daging kurban. Selain itu, kondisi ekonomi rumah tangga juga turut memengaruhi pola konsumsi masyarakat.
Saat ini harga ikan nila di tingkat pembudidaya berada di kisaran Rp33 ribu per kilogram. Sedangkan di tingkat pasar, harga jual berkisar antara Rp36 ribu hingga Rp37 ribu per kilogram. Sebelumnya harga ikan nila sempat menyentuh Rp39 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga ikan lele masih bertahan karena permintaan pasar yang cukup tinggi dan pasokan yang belum berlebihan. Kondisi serupa juga terjadi pada ikan bawal yang masih memiliki pasar cukup baik, termasuk untuk pengiriman ke sejumlah daerah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat.
Meski harga jual ikan nila mengalami penurunan, Bandi menilai dampaknya terhadap pembudidaya tidak terlalu signifikan. Namun margin keuntungan petani ikan tetap mengalami penyusutan karena sebagian biaya produksi masih cukup tinggi.
“Keuntungan pembudidaya tentu sedikit berkurang, apalagi ada beberapa jenis pakan tertentu yang mengalami kenaikan harga. Walaupun begitu, kenaikannya tidak terjadi pada semua merek pakan,” katanya.
Ia menjelaskan, sejumlah merek pakan masih bertahan di kisaran harga Rp380 ribu hingga Rp385 ribu per sak. Namun terdapat beberapa merek lain yang mengalami kenaikan sekitar Rp5.000 per sak.
Bandi memperkirakan kondisi harga ikan nila masih akan dipengaruhi oleh daya beli masyarakat dalam beberapa waktu ke depan. Menurutnya, memasuki masa tahun ajaran baru, sebagian besar masyarakat cenderung memprioritaskan kebutuhan pendidikan anak sehingga konsumsi rumah tangga berpotensi menurun.
“Kemungkinan setelah kebutuhan sekolah mulai terpenuhi dan daya beli masyarakat kembali normal, harga ikan nila juga akan berangsur stabil,” jelasnya.
Data DKPP Kabupaten Banjar menunjukkan sektor perikanan budidaya masih menjadi salah satu penyumbang produksi perikanan terbesar di daerah tersebut. Karena itu, stabilitas harga dan keberlanjutan usaha pembudidaya terus menjadi perhatian pemerintah daerah.









