pro1.id, BANJARBARU – Polres Banjarbaru melaksanakan program bedah rumah bagi empat warga yang tinggal di hunian tidak layak sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Program tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan di salah satu lokasi penerima bantuan, Kamis (4/6/2026).
Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan tempat tinggal yang lebih layak dan aman untuk dihuni.
Menurutnya, penerima bantuan dipilih berdasarkan hasil pendataan dan penilaian bersama pihak terkait, sehingga program dapat tepat sasaran kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
“Penilaian dari pemerintah memang masyarakat yang menerima bantuan ini termasuk yang sangat membutuhkan,” ujarnya.
Salah satu penerima bantuan adalah Arif Fadhillah, warga Banjarbaru yang telah menempati rumah tersebut sejak puluhan tahun lalu. Kondisi bangunan yang didominasi material kayu diketahui sudah mengalami banyak kerusakan, termasuk bagian atap yang pernah rusak akibat diterjang angin puting beliung beberapa tahun silam.

Arif mengaku bersyukur rumah yang selama ini ditempatinya akhirnya mendapat perhatian dan bantuan renovasi.
“Sudah lama saya tinggal di sini. Sekarang saya tinggal sendiri setelah orang tua meninggal,” katanya.
Kapolres menjelaskan, program bedah rumah kali ini menyasar empat lokasi yang tersebar di wilayah Kota Banjarbaru. Dua rumah berada di Kecamatan Cempaka, satu rumah di Kecamatan Banjarbaru Utara, dan satu lainnya di Kecamatan Landasan Ulin.
Pihaknya menargetkan seluruh proses renovasi dapat diselesaikan sebelum puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026 mendatang.
“Semoga sebelum pelaksanaan Hari Bhayangkara seluruh pengerjaan sudah rampung dan dapat segera ditempati dengan nyaman oleh para penerima manfaat,” harapnya.
Melalui program tersebut, Polres Banjarbaru berharap dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat kedekatan antara Polri dan warga melalui kegiatan sosial yang berdampak langsung.









