Manfaatkan Limbah Sekam Padi, Kelompok 4 Mahasiswa KKNT-LH Kenalkan Eco Briket kepada Gapoktan Desa Sumber Baru

- Penulis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, TANAH BUMBU – Limbah sekam padi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal mulai dilirik sebagai peluang ekonomi oleh masyarakat Desa Sumber Baru. Hal tersebut menjadi fokus kegiatan Eco Briket yang digelar Kelompok 4 mahasiswa Program Kuliah Kerja Nyata Tematik Lingkungan Hidup (KKNT-LH) di Desa Sumber Baru, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Rakyat Desa Sumber Baru sejak pukul 14.00 hingga 16.10 WITA tersebut diikuti 15 peserta yang merupakan anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Para peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diperkenalkan secara langsung dengan proses pemanfaatan sekam padi sebagai bahan dasar pembuatan briket.

Ketua Pelaksana Eco Briket, Muhammad Fauzan Ananta, menjelaskan program tersebut dilatarbelakangi kondisi Desa Sumber Baru yang memiliki aktivitas pertanian dan perkebunan cukup banyak. Kondisi itu turut menghasilkan limbah pertanian, khususnya sekam padi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

“Dengan adanya program kerja Eco-Briket, kami ingin memberikan solusi, selain untuk menumbuhkan ekonomi sirkular juga mengembangkan kreativitas masyarakat,” jelas Muhammad Fauzan.

Menurutnya, pemanfaatan sekam padi menjadi briket diharapkan dapat membuka sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan sektor pertanian.

Limbah yang sebelumnya hanya menjadi hasil samping dari aktivitas pertanian dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual.

Sekam padi dipilih karena ketersediaannya cukup melimpah di lingkungan masyarakat. Selama ini, pemanfaatannya lebih banyak digunakan untuk kebutuhan tertentu seperti pupuk, media tanam, maupun keperluan peternakan.

Baca Juga :  Kelompok KKN Tematik ULM Hadirkan Program ASRI, Edukasi Puluhan Siswa SDN Sumber Baru Peduli Lingkungan

“Selain memanfaatkan sawah untuk dijadikan penghasilan, limbah yang kurang dimanfaatkan dengan baik bisa dijadikan ekonomi sirkular. Jadi selain penghasilan dari sawah, bisa ada penghasilan tambahan untuk masyarakat, khususnya di sektor pertanian,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKNT-LH Agus Pujianto dan Muhammad Khidir sebagai pemateri. Edukasi kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan briket berbahan sekam padi sehingga peserta dapat melihat langsung tahapan pengolahannya.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Sejumlah anggota Gapoktan bahkan ikut mencoba secara langsung proses pembuatan briket yang diperagakan dalam kegiatan tersebut.

Salah satu pengurus Gapoktan, Suratmin, mengatakan sebelum adanya kegiatan Eco Briket, pemanfaatan sekam padi di Desa Sumber Baru belum diarahkan untuk pembuatan bahan bakar alternatif.

“Sekam padi yang ada sementara ini kebanyakan dimanfaatkan untuk peternak ayam. Untuk penggunaan atau manfaat menjadi briket belum pernah ada,” ujar Suratmin.

Ia menilai pengolahan sekam padi menjadi briket merupakan inovasi yang potensial karena dapat mengurangi limbah sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomis.

“Solusinya sangat bagus sekali dengan adanya briket ini. Kita bisa memanfaatkan atau membuat suatu produk bernilai ekonomis dan itu sangat bermanfaat bagi kami,” katanya.

Suratmin bahkan berencana mencoba membuat briket secara mandiri setelah mengikuti praktik tersebut. Menurutnya, produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sederhana, termasuk memasak air atau makanan ketika berada di area persawahan.

Selain memberikan nilai ekonomi, pemanfaatan sekam padi menjadi briket juga dinilai dapat mengurangi limbah pertanian. Suratmin menyebut, sebelumnya sebagian sekam padi hanya dibakar atau dimanfaatkan secara terbatas.

Baca Juga :  KKN Tematik ULM Desa Bulurejo Edukasi Siswa dan Santri Kelola Sampah Lewat Program Sahabat 3R

“Manfaatnya pertama bernilai ekonomis, yang kedua mengurangi sampah. Dulu sekam padi dibakar begitu saja. Dengan adanya briket ini tentu bisa lebih bermanfaat, di samping pemanfaatan untuk peternak ayam,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan program KKNT-LH. Menurutnya, kolaborasi antara kelompok tani, pemerintah desa dan perguruan tinggi masih diperlukan untuk melahirkan berbagai inovasi lain dalam pemanfaatan hasil samping pertanian.

“Kami berharap ke depannya ada inovasi-inovasi selanjutnya dari perguruan tinggi yang berkolaborasi untuk menciptakan suatu inovasi. Ini sangat bagus sekali, kami baru kali ini tahu bahwa sekam padi bisa dibuat menjadi briket,” tutur Suratmin.

Sementara itu, Muhammad Fauzan berharap pengetahuan yang diperoleh anggota Gapoktan dapat diteruskan kepada masyarakat lain, termasuk generasi muda. Dengan begitu, pemanfaatan sekam padi tidak hanya menjadi kegiatan edukasi, tetapi dapat berkembang menjadi peluang usaha baru di Desa Sumber Baru.

“Kami berharap masyarakat dapat membagikan ilmu yang telah disampaikan kepada kelompok tani dan kemudian menyebarkannya kepada generasi muda agar bisa menerapkan usaha di bidang briket,” pungkasnya.

Melalui Eco Briket, Kelompok 4 mahasiswa Program KKNT-LH berupaya mendorong masyarakat Desa Sumber Baru melihat limbah pertanian dari sudut pandang berbeda. Sekam padi yang sebelumnya dianggap sebagai hasil samping dapat diolah menjadi produk alternatif yang berpotensi memberikan manfaat lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Berita Terkait

Gerak Pilah dan KOMPAK, Kelompok KKNT-LH ULM Bulurejo Dorong Warga Olah Sampah Organik Jadi Pupuk
Kelompok 4 Mahasiswa Program KKNT-LH ULM Kenalkan Eco Cycle, Dorong Warga Desa Sumber Baru Kelola Sampah Organik dengan Biopori
KKN Tematik ULM Desa Bulurejo Edukasi Siswa dan Santri Kelola Sampah Lewat Program Sahabat 3R
Korban Diduga Terjatuh dari TB Jhoni 32 Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup
Basarnas Cari ABK yang Diduga Terjatuh dari TB Jhoni 32 di Perairan Bunati
Kelompok KKN Tematik ULM Hadirkan Program ASRI, Edukasi Puluhan Siswa SDN Sumber Baru Peduli Lingkungan
Anak 10 Tahun Diduga Tenggelam di Danau Galian Tanah Bumbu, Tim SAR Lakukan Pencarian
Tanpa Plang dan Minim Rambu, Perbaikan Jalan Mantewe–Batulicin Dikeluhkan Warga

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:58 WITA

Gerak Pilah dan KOMPAK, Kelompok KKNT-LH ULM Bulurejo Dorong Warga Olah Sampah Organik Jadi Pupuk

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:49 WITA

Manfaatkan Limbah Sekam Padi, Kelompok 4 Mahasiswa KKNT-LH Kenalkan Eco Briket kepada Gapoktan Desa Sumber Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:16 WITA

Kelompok 4 Mahasiswa Program KKNT-LH ULM Kenalkan Eco Cycle, Dorong Warga Desa Sumber Baru Kelola Sampah Organik dengan Biopori

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:26 WITA

KKN Tematik ULM Desa Bulurejo Edukasi Siswa dan Santri Kelola Sampah Lewat Program Sahabat 3R

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:38 WITA

Korban Diduga Terjatuh dari TB Jhoni 32 Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Bupati Banjar Cup E-Sport Resmi Bergulir, 24 Tim Berebut Gelar Juara

Sabtu, 22 Agu 2026 - 18:19 WITA