pro1.id, TANAH BUMBU – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban yang diduga terjatuh dari Kapal Tug Boat (TB) Jhoni 32 di Perairan Bunati, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Rabu (29/7/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah beberapa jam dilakukan operasi pencarian.



Korban berinisial YT (24), sebelumnya dilaporkan hilang usai diduga terjatuh dari kapal. Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin pada pukul 14.45 WITA dari Rahmatullah, anggota Safety JB Group.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Banjarmasin segera mengerahkan Tim Rescue Unit Siaga SAR Batulicin menuju lokasi kejadian untuk bergabung dengan unsur SAR gabungan dalam operasi pencarian.



Tim rescue tiba di lokasi sekitar pukul 17.05 WITA dan langsung berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat. Setelah melaksanakan briefing serta menyusun rencana operasi dan pembagian tugas, pencarian dimulai pada pukul 17.15 WITA menggunakan rubber boat dan peralatan water rescue di sekitar lokasi korban diduga terjatuh.
Hasilnya, pada pukul 19.40 WITA korban berhasil ditemukan sekitar 3 mil laut ke arah barat laut dari lokasi kejadian dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya jenazah dievakuasi menuju RS Marina Batulicin untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.


Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Unit Siaga SAR Batulicin, Satpolair Kabupaten Tanah Bumbu, TNI AL Tanah Bumbu, serta pihak PT JMT. Pencarian didukung Rescue Carrier, rubber boat, perangkat komunikasi, peralatan water rescue, dua set peralatan selam, dan perlengkapan pendukung lainnya. Selama operasi berlangsung, cuaca dilaporkan berawan dan tidak terdapat kendala berarti di lapangan.
SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus mengapresiasi seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja sama dengan penuh dedikasi selama operasi pencarian. Sinergi yang baik di lapangan menjadi faktor penting dalam keberhasilan menemukan korban. Kami juga mengimbau seluruh awak kapal agar selalu mengutamakan aspek keselamatan kerja, menggunakan alat pelindung diri, serta mematuhi prosedur keselamatan untuk meminimalkan risiko kecelakaan di laut,” ujarnya.
Setelah korban berhasil ditemukan, dievakuasi, dan diserahkan kepada pihak berwenang, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing pada pukul 20.00 WITA. Dengan telah ditemukannya korban dan tidak adanya lagi korban lain yang dicari, operasi SAR kecelakaan man overboard di Perairan Bunati dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Seluruh personel kemudian kembali ke satuan masing-masing untuk melanjutkan kesiapsiagaan dalam tugas kemanusiaan berikutnya.











