Wabah Flu di Malaysia Jadi Sorotan Jelang Penerbangan Perdana Banjarmasin–Kuala Lumpur

- Penulis

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 07:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO : ILUSTRASI GEMINI

FOTO : ILUSTRASI GEMINI

pro1.id, BANJARBARU – Menjelang pelaksanaan penerbangan perdana rute internasional Banjarmasin–Kuala Lumpur oleh AirAsia Malaysia pada 20 Oktober 2025, publik justru dibuat waspada oleh merebaknya wabah influenza di beberapa wilayah Malaysia.

Sekitar 6.000 pelajar dilaporkan mengalami gejala Influenza Like Illness (ILI), membuat sejumlah sekolah ditutup sementara demi mencegah penyebaran lebih luas.

97 Klaster Flu Terdeteksi dalam Sepekan

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Malaysia, sepanjang pekan epidemiologi ke-40, teridentifikasi 97 klaster influenza, meningkat tajam dibanding 14 klaster pada pekan sebelumnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Malaysia, Mohd Azam Ahmad, menyatakan bahwa langkah-langkah antisipatif telah diambil oleh pihak sekolah.

“Kami sudah berpengalaman menghadapi penyakit menular. Sekolah diminta mematuhi panduan seperti memakai masker dan menghindari kegiatan berkelompok besar,” ujarnya.

Beberapa wilayah seperti Johor, Melaka, dan Kedah saat ini berada dalam kondisi siaga.

  • Di Johor, sembilan klaster flu ditemukan, namun pemerintah setempat memastikan situasi masih terkendali.

  • Di Melaka, satu sekolah di Alor Gajah yang sempat terdampak kini dinyatakan aman.

  • Sementara di Kedah, sebanyak 28 pelajar di Kuala Muda menunjukkan gejala ringan, dan kasusnya dianggap tidak berdampak besar ke masyarakat luas.

Baca Juga :  UMKM Banjar Perkenalkan Olahan Ikan Lokal di Dies Natalis ULM ke-67

Kementerian Kesehatan Malaysia menegaskan bahwa:

  • Belum ada kasus flu burung pada manusia.

  • Tidak ada peningkatan signifikan kasus influenza secara nasional.

  • Rumah sakit swasta juga belum mengalami lonjakan pasien flu sebagaimana musim-musim sebelumnya.

AirAsia Tetap Terbang, Pemerintah Kalsel Sambut Positif

Meski situasi di Malaysia tengah diwarnai wabah flu, AirAsia Malaysia memastikan rute baru Banjarmasin–Kuala Lumpur tetap diluncurkan pada 20 Oktober 2025 dengan jadwal empat kali penerbangan per minggu.

Durasi penerbangan:
✈️ Kuala Lumpur → Banjarmasin: 2 jam 35 menit
✈️ Banjarmasin → Kuala Lumpur: 2 jam 50 menit

Penerbangan perdana akan dilepas langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, yang juga dijadwalkan ikut dalam rombongan pertama.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyambut baik pembukaan rute ini karena dinilai akan meningkatkan sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi.

“Ini langkah besar untuk membuka konektivitas internasional Kalimantan Selatan,” ujar Sekretaris Daerah Kalsel, Muhammad Syarifuddin.

Risiko Penularan dan Kesiapan Bandara

Meski membawa dampak ekonomi positif, potensi penularan penyakit lintas negara menjadi perhatian. Otoritas kesehatan dan bandara diimbau meningkatkan kewaspadaan, dengan langkah-langkah antara lain:

  • Pemeriksaan suhu tubuh penumpang dan kewajiban penggunaan masker.

  • Disinfeksi kabin serta area publik bandara.

  • Edukasi bagi penumpang terkait pencegahan flu sejak pembelian tiket.

  • Kesiapan fasilitas kesehatan, terutama di Bandara Syamsudin Noor.

Baca Juga :  Warung Pentol "Makan Sepuasnya" Hadir di Banjarbaru, Cukup Bayar Rp15 Ribu!

Selain itu, kekhawatiran publik terhadap wabah juga perlu diredam agar tidak berdampak pada minat perjalanan internasional.

Penerbangan Bersejarah, Tapi Tetap Waspada

Merebaknya flu di Malaysia belum termasuk kategori darurat, namun menjadi sinyal bagi semua pihak untuk memperketat protokol kesehatan.

Penerbangan perdana Banjarmasin–Kuala Lumpur menjadi momen bersejarah bagi Kalimantan Selatan dalam membuka konektivitas internasional. Namun keberhasilan rute ini juga bergantung pada kesiapsiagaan menghadapi potensi penyebaran penyakit.

Selama seluruh pihak—pemerintah, maskapai, dan masyarakat—menjaga komitmen pada standar kesehatan dan keselamatan penerbangan, penerbangan ini diharapkan berjalan lancar tanpa menimbulkan risiko baru bagi publik.

Berita Terkait

Pengguna Pertalite di Banjarbaru Bertambah, Pengendara Pilih BBM Lebih Murah Usai Pertamax Naik
Pesantren Kilat Lansia Digelar di Banjarbaru, Bekali Peserta Hadapi Usia Senja dengan Ilmu Agama dan Kesehatan Jiwa
Warga Guntung Manggis Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah, Diduga Akibat Sakit
Tanggapi Kasus ASN Tersangka Korupsi Tambang, Dinas ESDM Kalsel Janji Kooperatif dengan Penyidik
Kenaikan Harga Oli Mulai Dirasakan Pengendara di Banjarbaru, Bengkel Sebut Naik Sekitar Rp10 Ribu
Di Balik Dugaan Kasus Kekerasan terhadap Balita di Banjarbaru, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kepedulian Sekitar
Tetangga Mengaku Syok Usai Muncul Dugaan Kasus Kekerasan terhadap Balita NS (3) di Landasan Ulin Utara
Keluarga Temukan Kejanggalan pada Tubuh Balita yang Meninggal di Landasan Ulin, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 10:10 WITA

Pengguna Pertalite di Banjarbaru Bertambah, Pengendara Pilih BBM Lebih Murah Usai Pertamax Naik

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:13 WITA

Pesantren Kilat Lansia Digelar di Banjarbaru, Bekali Peserta Hadapi Usia Senja dengan Ilmu Agama dan Kesehatan Jiwa

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:11 WITA

Warga Guntung Manggis Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah, Diduga Akibat Sakit

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:04 WITA

Tanggapi Kasus ASN Tersangka Korupsi Tambang, Dinas ESDM Kalsel Janji Kooperatif dengan Penyidik

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:01 WITA

Kenaikan Harga Oli Mulai Dirasakan Pengendara di Banjarbaru, Bengkel Sebut Naik Sekitar Rp10 Ribu

Berita Terbaru