pro1.id, BANJARBARU – Sebanyak 91 prajurit resmi dilantik usai menuntaskan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026 dalam upacara penutupan yang berlangsung khidmat.
Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, menegaskan bahwa pendidikan ini merupakan langkah awal dalam membentuk prajurit yang siap menjalankan tugas di wilayah Kalimantan.
“Penutupan pendidikan ini menjadi momentum penting dalam menyiapkan prajurit yang memiliki kesiapan fisik, mental, dan kemampuan teritorial,” ujarnya.
Menurut Pangdam, karakteristik wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan yang didominasi hutan, sungai, serta daerah pedalaman menuntut prajurit untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan sekaligus memahami kondisi sosial budaya masyarakat setempat.
“Diperlukan prajurit yang adaptif dan memahami karakter sosial budaya masyarakat di wilayah penugasan,” katanya.
Ia juga menilai pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan menjadi langkah strategis TNI AD untuk memperkuat stabilitas keamanan sekaligus mendukung pembangunan di wilayah terpencil, perbatasan, dan kawasan rawan bencana.
“Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran TNI AD dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung pembangunan daerah,” jelasnya.
Dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks, pendidikan Bintara TNI AD terus diarahkan untuk meningkatkan kemampuan tempur, penguasaan senjata, kesiapan fisik dan mental, serta kemampuan adaptasi dan teritorial.
Menutup amanatnya, Pangdam berpesan kepada para Bintara remaja agar senantiasa memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.
“Bangun komunikasi yang baik, pahami kondisi sosial budaya wilayah tugas, dan jadilah prajurit yang selalu hadir untuk rakyat,” pungkasnya.









