pro1.id, TANAH LAUT – Event lari lintas alam bertajuk Borneo Biometrial Run 2026 sukses digelar dan menjadi ajang perdana trail run di Kabupaten Tanah Laut sebagai rangkaian peringati hari bumi sedunia 2026 di Pantai Batakan Baru, Minggu (26/04/2026).
Kegiatan ini diinisiasi mahasiswa Mapala Piranha dari Universitas Lambung Mangkurat dengan konsep lintasan unik yang memadukan dua ekosistem, yakni pegunungan dan pesisir pantai.

Ketua pelaksana kegiatan, Rizky Ardiana, menjelaskan bahwa konsep “biometrial” diangkat dari keberagaman medan yang dilalui peserta.
“Kegiatan ini menggunakan dua medan utama, yaitu pegunungan dan pantai. Itu yang menjadi dasar kami menggunakan istilah biome,” ujarnya.
Ia menyebutkan, terdapat beberapa kategori lomba yang dipertandingkan, yakni 25 kilometer untuk umum putra dan putri, serta kategori pecinta alam, ditambah kategori 7 kilometer.
“Total peserta sekitar 194 orang, bahkan ada yang datang dari luar daerah seperti Balikpapan dan Malang serta daerah lainnya,” jelasnya.
Untuk pemenang, panitia menyiapkan piala, piagam serta uang pembinaan bagi juara 1 hingga 3, ditambah berbagai doorprize.

Lebih dari sekadar ajang olahraga, kegiatan ini juga menjadi sarana pengembangan kapasitas anggota Mapala Piranha dalam kegiatan luar ruang.
“Tujuan utamanya untuk menambah pengalaman dan skill anggota di bidang outdoor, sekaligus membangun relasi dengan berbagai pihak,” tambah Rizky.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari pihak akademisi. Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) ULM, Untung Bijaksana, mengapresiasi pelaksanaan event tersebut.
“Ini bukan hanya olahraga, tapi juga membawa pesan lingkungan, terutama dalam pengurangan sampah plastik yang dampaknya jangka panjang,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan pesan dari Rektor ULM agar terus menjaga alam kita dari sampah plastik karena penguraian sangat lama yang membuat alam akan rusak.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Tanah Laut, Rudi Imtihansyah, menilai event ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai agenda tahunan.
“Ini event trail run pertama di Tanah Laut. Selain olahraga, ini juga bagian dari promosi pariwisata daerah,” katanya.
Ia berharap ke depan kegiatan serupa dapat digelar lebih besar dan menarik lebih banyak peserta, termasuk dari tingkat nasional.

Salah satu peserta, Iren asal Kalimantan Timur, mengaku tertantang mengikuti kategori 25 kilometer meski sebelumnya hanya terbiasa di jarak pendek.
“Saya penasaran dan ingin menguji kemampuan karena biasanya ikut yang 7 sampai 8 kilometer, semoga kita sanggup menyelesaikan hingga akhir,” ungkapnya.
Dengan antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak, Borneo Biometrial Run diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga memperkenalkan potensi wisata alam Tanah Laut ke tingkat yang lebih luas.









