pro1.id, TANAH LAUT – Dosen Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Lambung Mangkurat melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) di RT 07 Desa Nusa Indah, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Minggu (24/05/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan inovasi pangan tambahan bergizi berupa “Lampin Kuning” atau lumpia ikan patin dengan tambahan labu kuning sebagai salah satu upaya pencegahan stunting di masyarakat. 
Ketua kelompok pengabdian, Ir. Rabiatul Adawyah M.P mengatakan program tersebut merupakan penerapan hasil penelitian dosen dan mahasiswa yang langsung diaplikasikan kepada masyarakat.
“Pengabdian ini merupakan implementasi dari hasil penelitian yang kami lakukan agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, ikan patin dipilih karena memiliki kandungan protein tinggi serta kaya asam lemak omega 3 seperti DHA dan EPA yang baik untuk perkembangan otak dan daya tahan tubuh anak.

Sementara labu kuning dipilih karena mudah ditemukan di Desa Nusa Indah dan mengandung beta karoten serta provitamin A yang baik bagi kesehatan.
“Kalau anak-anak kurang suka makan ikan atau sayur, maka bisa disiasati melalui olahan lumpia yang gurih dan renyah sehingga lebih mudah diterima,” katanya.

Selain menjadi alternatif makanan sehat bagi anak dan ibu hamil, produk tersebut juga diharapkan dapat dikembangkan masyarakat sebagai usaha rumahan untuk menambah pendapatan keluarga.
Program pengabdian tersebut mengusung tema Inovasi Pengolahan Produk Lampin Kuning (Lumpia Patin Labu Kuning) sebagai Pangan Tambahan Bergizi dalam Upaya Pencegahan Stunting.
Kepala Desa Nusa Indah, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Bibit Guntoro mengapresiasi kegiatan pengabdian yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.
“Kegiatan hari ini memberikan sesuatu yang luar biasa kepada masyarakat kami dan warga juga sangat antusias. Pengalaman tentang pendidikan memasak dan pengolahan pangan ini sangat berkesan dan nantinya akan kami kembangkan menjadi UMKM di Desa Nusa Indah,” ujarnya.

Ia menegaskan pelatihan tersebut akan ditindaklanjuti menjadi program prioritas di tingkat RT agar masyarakat yang belum memahami pengolahan produk dapat kembali diberikan edukasi.
“Nanti akan kami agendakan lagi pelatihan lanjutan supaya produk-produk ini benar-benar bisa diproduksi dan dikembangkan oleh warga Desa Nusa Indah,” pungkasnya.
Tim pelaksana kegiatan terdiri dari Muhammad Syifa S.Pi., M.Pi, Misla Alfitri S.Pi., M.Si, Ir. Purnomo M.P, Ir. Juhana Suhanda M.P, Ir. Rabiatul Adawyah M.P dan Findya Puspitasari S.Pi., M.Si Ph.D serta Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Lambung Mangkurat.









