pro1.id, TANAH LAUT – Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan (Himalogikan) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan program Bina Desa di Desa Nusa Indah, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Sabtu (27/6/2026).



Mengusung tema “EKAFISH (Ekado Ikan Bergizi untuk Tumbuh Sehat): Inovasi Ekado Ikan Berbasis Ikan Lokal dan Wortel untuk Mencegah Malnutrisi pada Anak”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi anak melalui pemanfaatan potensi pangan lokal.

Program tersebut diwujudkan melalui sosialisasi dan demonstrasi pembuatan produk EKAFISH, yakni olahan berbahan dasar ikan lokal yang dipadukan dengan wortel dan dikemas dalam bentuk ekado yang menarik bagi anak-anak. 



Dosen Pembina II Himalogikan FPIK ULM, Muhammad Syifa, S.Pi., M.Pi mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus tindak lanjut dari program pengabdian dosen yang sebelumnya telah dilaksanakan.
“Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pengabdian masyarakat yang sebelumnya dilakukan oleh dosen. Mahasiswa kemudian turut berpartisipasi untuk membantu masyarakat melalui inovasi pangan berbasis hasil perikanan,” ujarnya.


Menurutnya, produk EKAFISH dibuat menggunakan ikan patin yang telah difilet, kemudian dicampur dengan tepung tapioka, wortel, serta telur puyuh sebelum dibungkus menggunakan kulit tahu.
Pemilihan ikan patin sebagai bahan utama didasarkan pada hasil survei yang dilakukan sebelumnya, mengingat ikan tersebut mudah diperoleh dan banyak tersedia di lingkungan masyarakat.

“Kami ingin mendorong diversifikasi produk olahan ikan. Jadi, ikan patin tidak hanya dikonsumsi dalam bentuk biasa, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang menarik dan bergizi,” jelas Syifa.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat selama kegiatan berlangsung sangat tinggi. Bahkan, sejumlah warga tertarik untuk mengembangkan produk tersebut sebagai peluang usaha mikro.

“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias. Melihat respon tersebut, kami berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan pada semester berikutnya dengan melibatkan mahasiswa angkatan baru,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua RT 7 Desa Nusa Indah, Imam Bukoiri, S.Pi. mengapresiasi pelaksanaan program Bina Desa yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, inovasi EKAFISH dapat menjadi solusi untuk meningkatkan konsumsi ikan pada anak sekaligus mencegah terjadinya malnutrisi.
“Produk ini sangat menarik karena dikemas dalam bentuk yang disukai anak-anak. Dengan demikian, anak yang biasanya enggan makan ikan menjadi lebih tertarik untuk mengonsumsinya,” ujarnya.
Selain berdampak pada peningkatan gizi, Imam juga melihat produk EKAFISH memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat.
“Jika terus dikembangkan, inovasi ini berpotensi menjadi usaha baru bagi warga dan dapat mendukung pertumbuhan UMKM di Desa Nusa Indah,” pungkasnya.










