pro1.id, TANAH LAUT – Dosen Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan kegiatan Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) melalui pemberdayaan masyarakat berbasis pengolahan ikan introduksi dengan konsep zero waste di RT 07/RW 02 Desa Nusa Indah, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Minggu (24/05/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pemberdayaan Masyarakat RT 07/RW 02 Desa Nusa Indah Melalui Pengolahan Ikan Introduksi Berbasis Zero Waste untuk Meningkatkan Nilai Tambah dan Kesejahteraan Ekonomi Lokal”. 
Ketua kelompok pengabdian, Iin Khusnul Khotimah S.Pi., M.P menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan ikan gabus secara menyeluruh agar tidak menghasilkan limbah yang terbuang percuma.
“Jadi tadi kami mengenalkan olahan gabus gulung nori dengan memanfaatkan daging ikan gabus. Konsepnya zero waste, jadi bagaimana seluruh bagian ikan bisa dimanfaatkan untuk produk tertentu sehingga mengurangi limbah,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan ikan secara maksimal tidak hanya berdampak pada pengurangan sampah rumah tangga, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat melalui produk olahan perikanan bernilai jual.

Ia mengatakan, konsep zero waste dalam pengolahan ikan menjadi salah satu inovasi yang dapat diterapkan masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan lokal.
“Kami berharap ini bisa menjadi produk unggulan masyarakat di sini. Produk olahan seperti ini bisa disimpan dalam bentuk produk dingin dan nantinya dijual untuk menambah pendapatan warga,” jelasnya.
Sementara itu, anggota kelompok pengabdian, Ir. Siti Aisyah M.P menambahkan, produk olahan gabus gulung nori juga dibuat mengikuti tren makanan kekinian agar lebih diminati berbagai kalangan, terutama anak-anak dan remaja.
“Karena ada nori dan bentuknya lebih menarik, jadi bisa disukai anak-anak sampai orang dewasa. Selain itu nori juga memiliki kandungan serat yang baik,” katanya.

Ia berharap masyarakat dapat mengembangkan inovasi olahan serupa menggunakan bahan baku ikan yang tersedia di lingkungan sekitar sesuai potensi daerah masing-masing.
“Tidak harus sama persis, masyarakat bisa berinovasi sendiri dengan jenis ikan lain yang ada di daerah sini. Yang penting membuka wawasan bahwa ikan bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi,” tambahnya.
Kepala Desa Nusa Indah, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Bibit Guntoro mengapresiasi kegiatan pengabdian yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.
“Kegiatan hari ini memberikan sesuatu yang luar biasa kepada masyarakat kami dan warga juga sangat antusias. Pengalaman tentang pendidikan memasak dan pengolahan pangan ini sangat berkesan dan nantinya akan kami kembangkan menjadi UMKM di Desa Nusa Indah,” ujarnya.

Ia menegaskan pelatihan tersebut akan ditindaklanjuti menjadi program prioritas di tingkat RT agar masyarakat yang belum memahami pengolahan produk dapat kembali diberikan edukasi.
“Nanti akan kami agendakan lagi pelatihan lanjutan supaya produk-produk ini benar-benar bisa diproduksi dan dikembangkan oleh warga Desa Nusa Indah,” pungkasnya.

Adapun tim pengabdian terdiri dari Hafni Rahmawati S.Pi., M.Sc, Dr. Candra S.Pi., M.Si, Ir. Siti Aisyah M.P, Iin Khusnul Khotimah S.Pi., M.P, dan Dr. Ir. Agustiana M.P serta mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan.









